Sejarah Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Aqua

Sejarah Aqua

Inspirasi – Aqua adalah salah satu Air Minum dalam Kemasan (AMDK) yang beredar di Indonesia. Mungkin bagi kita siapa yang gak kenal dengan Aqua, tentunya semua mengenalnya, sebab air minum kemasan tersebut sudah menjadi merek generik untuk AMDK.

Dimana setiap orang ketika membeli air minum pada sebuah warung, selalu mengucapkan kata “Beli Aqua’nya pak/bu!” meskipun terkadang penjual memberikannya dengan merk lain. So, nama Aqua sudah melekat sekali di kosakata bahasa Indonesia.

Kemudian, kapan Aqua mulai di produksi dan dijual di Indonessia?

Tirto Utomo Pendiri AquaAir minum dalam kemasan (AMDK) Aqua diproduksi pertama kali oleh PT Aqua Golden Missisippi pada tahun 1973. Perusahaan tersebut didirikan oleh pengusaha asal Wonosobo, Jawa Tengah bernama Tirto Utomo, yaitu seorang pemuda lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Tirto Utomo meninggal dunia pada 16 Maret 1994 dengan nama Tionghoa Kwa Sien Biaw dan dimakamkan di pemakaman warga Tionghoa di dekat hotel Kresna Wonosobo.

Pada awalnya Tirto adalah seorang karyawan BUMN Pertamina yang kemudia meninggalkan tempat kerjanya untuk memproduksi AMDK dengan merek pertama kali Puritas. Kemudian melalui konsultannya bernama Eulindra Lim, nama Puritas digantikan dengan nama Aqua yang diambil dari bahasa latin yang artinya Air. Nama Puritas sempat digunakan selama dua tahun sebelum diganti dengan nama Aqua.

Berapa harga Aqua pertama kali dijual?

Tirto Utomo melalui perusahaannya PT Aqua Golden Missisippi menjual AMDK tersebut dengan harga Rp.75 dalam kemasan botol kaca dengan 950 ml. Harga tersebut pada zamannya dinilai sangat mahal karena harga bensin premium saat itu hanya Rp.46 per liter.

Seiring berjalannya waktu Aqua kemudia diproduksi dalam kemasan lebih kecil. Langkah itu membawa perusahaan dalam kesuksesan, lantaran selain diminati oleh orang asing ternyata diminati juga oleh para supir bus dan penumpang. Saat itu para karyawan memasarkan AMDK Aqua di terminal dan sepanjang jalan Pantura, Jawa Tengah.

Mulai tahun 1982 PT Aqua Golden Missisippi mengganti bahan dasar air dari air sumur ke mata air pegunungan. Hal itu dilakukan karena air pegunungan memiliki komposisi mineral alami yang kaya nutrisi seperti kalsium, magnesium, potasium, zat besi dan sodium.

Pada tahun 1985 melalui seorang konsultannya bernama Wily Sidharta, Aqua mulai dipasarkan dengan konsep delivery door to door. Aqua dikirim menggunakan kardus-kardus dan dalam bentuk galon. Langkah itu terus membawa perubahan besar karena saat itu omset penjualan Aqua mencapai dua triliun rupiah.

Pada tahun 1984, Pabrik AQUA kedua didirikan di Pandaan, Jawa Timur sebagai upaya mendekatkan diri pada konsumen yang berada di wilayah tersebut. Setahun kemudian, terjadi pengembangan produk Aqua dalam bentuk kemasan PET 220 ml. Pengembangan ini membuat produk Aqua menjadi lebih berkualitas dan lebih aman untuk dikonsumsi.

Pada tahun 1995, Aqua menjadi pabrik air mineral pertama yang menerapkan sistem produksi in line di pabrik Mekarsari. Pemrosesan air dan pembuatan kemasan AQUA dilakukan bersamaan. Hasil sistem in-line ini adalah botol AQUA yang baru dibuat dapat segera diisi air bersih di ujung proses produksi, sehingga proses produksi menjadi lebih higienis.

Pada tahun 1998, karena ketatnya persaingan dan munculnya pesaing-pesaing baru, Lisa Tirto sebagai pemilik Aqua Golden Mississipi sepeninggal suaminya Tirto Utomo, menjual sahamnya kepada Grup Danone pada 4 September 1998. Akusisi tersebut dianggap tepat setelah beberapa cara pengembangan tidak cukup kuat menyelamatkan Aqua dari ancaman pesaing baru. Langkah ini berdampak pada peningkatan kualitas produk dan menempatkan AQUA sebagai produsen air mineral dalam kemasan (AMDK) yang terbesar di Indonesia. Pada tahun 2000, bertepatan dengan pergantian milenium, Aqua meluncurkan produk berlabel Danone-Aqua.

Namun pada tahun 1998 juga Aqua berubah kepemilikan oleh Group Danonne, perusahaan multinasional dalam bidan makanan dan minuman asal Perancis. Hal itu dilakukan kerena ada penggabungan PT Aqua Golden Missisippi dengan Group Danone.

Kesuksesan Aqua dengan Air minum dalam kemasan ternyata memunculkan beberapa pesaing antara lain PT. Parmargha dengan Ades, PT. Santa Rosa dengan Oasis, PT. Sinar Sosro dengan Air Sosro, PT. Coca Cola Amatil Indonesia dengan Bonaqa, PT. ABC Central Food dengan Pure ABC, dll.

Produk-produk Aqua saat ini:

1. Aqua

Gambar Produk Aqua

AQUA berasal dari sumber mata air yang terpilih dengan segala kemurnian dan kandungan mineral alami yang terpelihara. AQUA dikemas dengan proses higienis dalam beberapa ukuran kemasan botol plastik; 330 ml, 600 ml dan 1500 ml serta kemasan gelas plastik ukuran 240 ml dan kemasan galon 19 l untuk menunjang kegiatan yang dinamis agar terhindar dari dehidrasi.

AQUA mempersembahkan masyarakat Indonesia segala kebaikan alam di setiap tetesnya.

2. Aqua Reflection

Gambar Produk Aqua Reflection

AQUA menghadirkan segala manfaat kebaikan alam yang dikemas dalam desain botol indah yang merefleksikan gaya hidup sehat dalam kedinamisan kehidupan modern.

Melalui tangan penuh kreasi seni, Sebastian Gunawan melahirkan desain pola batik yang indah untuk produk premium AQUA yang dikemas dalam kemasan botol 380 ml yang elegan. AQUA Reflection merupakan cerminan dari pribadi modern, dinamis, dan selalu ingin maju dalam hidup serta diimbangi dengan tubuh yang sehat dari dalam.

3. Mizone

Gambar Produk Aqua Mizone

Kondisi K.O. bisa terjadi kapanpun – termasuk di saat-saat penting! Bisa-bisa kesempatan kamu untuk jadi OK malah terhambat! Makanya, kembalikan semangatmu dengan Mizone dan jadilah OK terus!

1 Comment

  1. hendra

    June 1, 2013 at 22:03

    maaf, kami dari Mandiri Advertising Malang minta gambar kemasan botol Aqua dengan logo baru untuk kami buat / di pasang pada papan nama/ stiker rak Aqua, karena kami kesulitan nyari gambar botol di internet, yang ada hanya logo lama, terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>